BenQ-Siemens E61 Short Review

Saya sendiri tidak begitu mengerti cara mereview HandPhone akhir-akhir ini. Karena selain fungsi utama sebagai alat berkomunikasi melalui telepon dan sms, handphone sekarang sudah berkembang lebih ke arah multimedia & Mobile Internet. Tapi saya akan mencoba untuk menceritakan pengalaman saya selama menggunakan produk ini.


Kemampuan dapat dilihat dari spesifikasi yang tercantum.
Produk ini dirilis pada bulan Juni 2007, alasan saya memilih untuk membelinya adalah sebagai Music Player, teman saya dikala saya berjalan keluar kota menuju warnet saya
yang kira-kira berjarak 37Km. Harga yang dibandrol untuk kalangan Indonesia berkisar Rp. 875.000 - Rp. 1.000.000,- ketika artikel ini ditulis.
Kesan pertama saya ketika memegangnya adalah, minimalis & manis. Tanpa pikir panjang saya keluarkan debit BCA & bawa pulang. Karena saya berpikir saya tidak akan menggunakan konektivitas Hp ini jadi saya hanya mencoba untuk menginstall driver & langsung memasukkan mp3 ke miniSD Card bawaan yang besarnya 256MB.
Meskipun pada akhirnya saya sadar bahwa untuk menghubungkan Hp ini dengan PC tidak diperlukan driver sama sekali (Windows XP/Vista) karena akan muncul 3 pilihan di layar, sebagai Mass Storage / Modem Gprs / None, ke-3 fungsi tersebut dengan otomatis juga akan me-recharge baterai hp selama terhubung dengan USB.
Ketika dicoba dengan Speaker Phone built-in suara yang dihasilkan lumayan “nyaring” dan tidak pecah di volume tinggi, tetapi saya sangat kecewa dengan Ear-phone bawaannya, karena suaranya sangat standar, bisa dibilang tidak layak untuk didengar oleh telinga saya ^^;.
Saya juga dulunya memiliki Digital Camera sendiri, jadi saya tidak pernah berpikir untuk membeli Hp dengan kamera terintergrasi karena saya yakin hasilnya akan sangat mengecewakan, tapi semenjak DigiCam saya dicolong orang, jadi ya sesekali saya pakai untuk jepret-jepret asal. HP yang saya gunakan sebelum ini adalah Sony Ericsson W300i yg juga hilang dicolong orang. Apabila dibandingkan, W300i dengan E61 bagaikan Ratu & Pelayannya. Meskipun lumayan stylish, tetapi fungsi utama yang saya pilih justru paling mengecewakan. Hasil kameranya adalah yang paling buruk diantara semuanya, tidak peduli pagi, siang, malam, gambar yang dihasilkan seperti foto yang diberi noise dengan kadar OVERDOSIS.
Saya tidak pernah memasukkan aplikasi lain (Java) ke Hp saya karena saya yakin tidak akan pernah digunakan. Hal lain yang sangat menyebalkan adalah masuk ke Contact Menu, tidak seperti Hp lain yang menyediakan shortcut (atas/bawah/kanan/kiri) untuk mengaksesnya, Hp ini diharuskan masuk ke menu terlebih dahulu, sangat menyebalkan dan menyita waktu apabila ingin menghubungi banyak orang.
Yang terakhir, baru saya sadari setelah beberapa hari, Hp ini tidak ada bluetooth, infrared, dan fungsi nirkabel lainnya, USB ToK! Makjang…
Saran kepada yang lain, jika anda ingin membeli Hp ini lebih baik anda mempertimbangkan Hp dari vendor lainnya yang lebih bagus dari segi harga & performance.
Pro:
- Harga terjangkau
- Built in MP3/MP4 Player
- Kamera
- Autocharge ketika di hubungkan ke USB.
- Suara Speaker Phone Oke.
- Ada Bahasa Indonesia (tidak pernah saya pakai walau ada di Hp lainnya)
- Model yang Simple dan Minimalis (subyektif), saya pribadi sangat suka dengan modelnya.
Cons:
- Earphonenya aduhai… no bass.
- Menu MP3 yang sangat terbatas
- Hasil kamera yang hampir tidak bisa dilihat dengan pikiran kalut (harus jernih dan dingin Hahaha)
- Akses Contact Phone yang menyebalkan (2-6kali pencet)
dan mungkin ada yang lainnya, saya tidak terlalu peduli, karena saya selalu menghargai barang apapun yang saya beli sendiri (kl dibeliin mungkin udah dijual Hehehe).
Semoga bermanfaat ![]()





